Dorong Perekonomian Korban Gempa Palu, Relawan Ajak Manfaatkan SDA

Dorong Perekonomian Korban Gempa Palu, Relawan Ajak Manfaatkan SDA

Relawan saat menyampaikan gambaran aktivitas KMS di Pasigala di posko utama #SultengBergerak di Jalan Rajawali Kota Palu, Senin (29/10/2018). (FOTO: HANGGA NUGRACHA)

 

Transsulawesi.com, Palu -- Sejumlah relawan menyatu dalam posko #SultengBergerak, mencoba mendorong aktivitas ekonomi para pengungsi melalui pola pemanfaatan sumber daya alam (SDA) di sekitar lokasi pengungsian.

Koordinator Posko #SultengBergerak, Doni Hoidady, mengatakan kini relawan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat terdampak bencana di Bukit Tantere, Desa Lero Tatari, Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala.

Pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) aktivitas ekonomi masyarakat sempat terhenti.

Pendampingan yang dilakukan oleh relawan adalah dengan membuat Rumah Hunian Sementara (Huntara) bagi pengungsi setempat. Pengungsi juga diajak mengumpulkan bambu utuk dijual ke Kabupaten Sigi sebagai kebutuhan bahan pembuatan Huntara.

“Kami berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi para penyintas selama di pengungsian telah kami lakukan,” Ujar Dony.

Menurut Dony sebanyak 36 KK dalam pengungsian kini berusaha mencukupi kebutuhannya dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar lokasi pengungsian.

“Salah satu diantaranya, mengumpulkan dan menjual bambu untuk kebutuhan Huntara di Kabupaten Sigi,” kata Doni Hoidady kepada sejumlah wartawan di posko utama #SultengBergerak di Jalan Rajawali Kota Palu, Senin (29/10/2018).

Diketahui, hingga kini, 194 relawan dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam KMSdi posko #SutengBergerak. Diantaranya, relawan dari Gorontalo, Jakarta, Bogor, Padang, Paangkaraya, Poso, Tojo Unauna dan Kabupaten Banggai.

“Relawan itu disebar di sejumlah pokso baik di posko induk, maupun pos bayangan di Pasigala,” jelasnya.

Sejumlah relawan dibergabung untuk peduli korban gempa palu, diantaranya, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Kemitraan, KPA, AMAN, Solidaritas Perempuan, YAPPIKA, ActionAld, Greenpeace Indonesia, HaRI Institure, Institute Hijau Indonesia, Auriga, NTFP, KIARA, KNTI, Bingkai Indonesia, JATAM, PWYP, Sheep Indonesia, Pena Bulu, KPPA, YMP, Bonebula, SP Palu, PBHR, YTM dan Posko Relawan Gorontalo. (mhr)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.