Ops Patuh Tinombala 2019, Sebanyak 903 Pelanggar Ditilang

Ops Patuh Tinombala 2019, Sebanyak 903 Pelanggar Ditilang

Operasi (Ops) Patuh Tinombala 2019 yang digelar sejak 28 Agustus hingga 11 September 2019. (Foto: Istimewa)

Transsulawesi.com, Banggai -- Operasi (Ops) Patuh Tinombala 2019 yang digelar sejak 28 Agustus hingga 11 September 2019, Kepolisian Resor (Polres) Banggai menjaring 903 pelanggar. Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banggai, AKBP Moch. Sholeh, SIK, SH, MH, melalui Kasat Lantas Polres Banggai, AKP Muhammad Fadlan, SIK, SH, Kamis (12/09), melalui sambungan whatsapp.

Fadlan menuturkan 903 pelanggar ini terdiri dari 835 kendaraan roda dua dan 68 kendaraan roda empat. Dengan rincian 56 pelanggaran tidak mengunakan Helm, 661 pelanggaran berkendara dibawah umur, 10 pelanggaran tidak menggunakan Safety Belt, dan 176 pelanggaran lainnya (SIM, STNK, menggunakan Knalpot Bogar serta tidak melengkapi komponenkendaraan lainnya).

Lebih lanjut Fadlan mengatakan melalui Ops Patuh Tinombala, Polri, khususnya Satlantas Polres Banggai, berharap masyarakat bisa menyadari akan budaya tertib lalu lintas.

"Melalui operasi ini kami berharap masyarakat bisa lebih memahami budaya tertib lalu lintas. Jangan tidak ada operasi kemudian menjadi tidak tertib, langsung kendor. Berusahalah untuk tertib berlalu lintas," tuturnya.

Selain itu, Fadlan juga menghimbau kepada para orang tua agar berperan aktif dalam mencegah terjadi kecelakaan lalu lintas dengan tidak mengizinkan anak dibawah unur mengendarai kendaraan. Serta memberikan pelatihan dan pendidikan kepada anak yang cukup umur tentang tertib lalu lintas.

"Kami meminta para orang tua agar berperan aktif dalam mencegah kecelakaan lalu lintas. Caranya dengan tidak mengajarkan dan tidak mengizinkan anak dibawah umur mengendarai kendaraan. Sedangkan untuk anak yang sudah cukup umur, 17 tahun ke atas, dan memiliki SIM agar dilatihkan dan dididik untuk tertib berlalu lintas, baik itu pengendara maupun kendaraannya," himbaunya.

Tak hanya itu, Fadlan juga berharap kepada keluarga, sekolah, istansi pemerintah maupun swasta, untuk membudayakan tertib berlalu lintas.

"Seperti pemerintah daerah membudayakan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, harapan kita juga begitu. Budaya tertib berlalu lintas itu bisa seperti PINASA," ucapnya.

Sementara itu, Fadlan menuturkan kedepannya Satlantas Polres Banggai akan lebih mengintensifkan pola pendekatan melalui penyuluhan, binluh, tatap muka, materi pendidikan, dari mulai usia dini sampai ke orang dewasa.

"Kita akan berupaya menciptakan formula yang efektif untuk mengajak masyarakat agar membudayakan tertib berlalu lintas," tegasnya.

Fadlan menambahkan Satlantas Polres Banggai akan melakukan langkah-langkah preventif pencegahan yang maksimal dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

"Seperti yang dilakukan kemarin, kita akan turun langsung mengecek kondisi kendaraan. Kedepannya, kita akan berupaya melaksanakan langkah-langkah konkrit," tambahnya.

Fadlan menegaskan Satlantas Polres Banggau juga akan lebih ketat dalam melakukan pengujian cek fisik di Samsat.

"Apabila memang tidak layak, kendaraan tidak bisa, maka kita tidak akan luluskan. Langkah kontrol itu kita lakukan dengan stakeholder terkait. Yang kita harapkan itu bisa Zero accident (Kecelakaan nihil). Jadi meminimalisir kecelakaan, sampai tidak ada korban, sampai ke angka nol," tandasnya. (dewi/arf)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.